ADAKAH MASALAH DENGAN MENANGIS?
 

ADAKAH MASALAH DENGAN MENANGIS?

 

Adakah masalah dengan menangis?
Tangisan

 

Pastinya sering kita mendengar bagaimana para orang tua berkata kepada anaknya yang masih kecil “kamu gak boleh nangis” atau “udah besar kok masih nangis” dan beberapa perkataan lainnya yang serupa dengan dua contoh yang aku berikan. Memang ada apa dengan menangis? Apakah ada masalah dengan itu?

 

Sebelum lebih mendalam pembahasannya, yuk subscribe dulu blog aku mulfiya.com supaya aku makin semangat untuk nulis artikel-artikelnya. Oh ya, jangan lupa juga untuk dishare artikelnya ke orang lain dan bagi yang belum membaca artikel-artikel sebelumnya, seperti artikel musuh terbesar kita, kebaikan dari hal kecil, dll yuk dibaca dulu. Mohon bantuannya ya manteman, terima kasih banyak :D.      

 

• • •

 

 

Mengapa demikian? Kenapa itu harus dikatakan? Dan lantas untuk apa harus begitu? Toh, orang yang sudah besar juga nangis, wkwkwk, begitulah kita. Menangis adalah ungkapan rasa yang kita rasakan saat ini atau yang selama ini kita simpan. Menangis saat masih kecil mungkin mengekspresikan lapar, haus, terluka karena terjatuh atau karena tidak diberi apa yang dia inginkan. Sedangkan, saat dewasa hal itu merupakan ungkapan rasa beban di pikiran dan rasa sakit di hati, mayoritasnya begitu. Akan tetapi, saat dewasa hal itu dipandang banyak orang sebagai ungkapan kelemahan seseorang. Seakan-akan kita diberitahu jika sudah dewasa kita tidak boleh melakukannya dan menangis adalah hal yang terlarang. Seakan-akan tangisan identiknya bagi anak kecil, padahal itu tidak benar. 

 

Menangis bisa terjadi dan dilakukan orang dari semua kalangan usia, profesi, jenis kelamin, dll. Walaupun orang tersebut berusia 20 tahun, 30 tahun, 40 tahun atau lebih. Umur 20, 30, dan 40 tahun juga punya perasaan dan hati. Lantas mengapa kita menuntut orang untuk tidak menangis? Dan mengapa kita menganggap orang tersebut lemah dan tidak berdaya. Mengapa begitu? Semakin dewasa pastinya semakin banyak beban yang dipikulnya. Semua orang berhak untuk menangis karena itu adalah ungkapan ekspresi diri manusia. 

 

Tuhan menciptakan rasa senang, tawa, sedih, menangis, dan lain sebagainya. Tidak mungkin seorang manusia tidak pernah nangis, karena hal tersebut saja merupakan hal yang diciptakan oleh Sang Maha Kuasa. Mengapa kita harus menghindarinya? Walaupun sekuat apapun hati kita atau setegar apapun diri kita mau setinggi apapun jabatan kita, tidak akan bisa menghindari hal tersebut. 

 

Tangisan bukanlah sesuatu yang aib, bukanlah sesuatu yang memalukan. Kita perlu sejenak atau sesekali untuk menangis agar perasaan yang kita pendam selama ini di hati semua keluar. Rasanya jika sudah melakukannya pasti hati terasa lapang dan sedikit ringan. Bukankah begitu? 

 

Jika seseorang menangis di hadapan kita, itu bukan tandanya dia lemah atau cengeng. Itu merupakan hal yang lumrah terjadi pada manusia. Kita patut untuk menghargainya dan stop untuk menjudge orang tersebut. Tidak apa menangis jika memang kita sedang lelah, tidak apa menangis jika kita sedang sedih, namun jangan lupa bangkit lagi setelah itu. Jangan sampai keadaan menenggelamkan diri kita. Maksudnya di sini, bukanlah menangis secara terus-menerus, tetapi sewajarnya saja. Agar hati dan pikiran tidak terlalu lelah dalam memikul beban. 

 

Tidak perlu menampakkan diri sebagai manusia terkuat atau sebagai manusia yang paling tegar, tidak perlu begitu. Pada dasarnya, manusia itu memang lemah, manusia diciptakan dari air mani sehingga terbentuklah sebuah janin dan lahir menjadi seseorang manusia. Semua manusia memerlukan bantuan Tuhan, yang pada akhirnya jika kita meminta bantuan pasti akan menangis tersedu-sedu meminta belas kasihan-Nya. 

 

Tangisan pula yang bisa melunakkan hati yang selama ini terlalu keras. Dengan air mata hal yang keras bisa saja terlunakkan. Bagaikan batu yang terkena air akan hancur walaupun sekeras apapun batu tersebut, pasti akan hancur juga jika terus-menerus terkena air. Betul tidak? Jika sudah terjadi, keadaan yang sebelumnya terasa tidak adil atau apapun itu, setelahnya pasti terasa lega. Setiap manusia punya batasnya, jadi tak apa jika merasa tidak baik-baik saja karena hal tersebut wajar terjadi pada diri manusia.

 

 

“Menangis bukanlah tanda orang lemah dan tidak menangis bukanlah tanda orang kuat”.

- Mulfiya -

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *