APA ITU PRIVASI?
 

APA ITU PRIVASI?



Apa sih arti dari privasi itu sendiri? Privasi adalah kemampuan atau keinginan seseorang/kelompok untuk menutupi dan melindungi hal-hal yang berkaitan dengan kehidupan internal mereka dari mata publik. Akan tetapi, setiap orang atau setiap kelompok tentunya memiliki privasi yang berbeda-beda. Mungkin sebagian orang mengenai di mana atau sedang apa atau dengan siapa ia sekarang dan sebagainya, menganggap itu sebagai privasi. Akan tetapi, sebagian orang lagi menganggap itu bukan hal privasi sehingga tidak perlu disembunyikan. 

 

Namun, kita yang hidup di lingkungan yang sangat sangat sangat perhatian dengan kehidupan orang lain menjadi tidak tahu mana batasan privasi antara diri kita dengan orang lain. Terkadang hal yang tidak perlu ditanyakan pun harus ditanyakan, memang sebesar apa hak kita terhadap kehidupan orang lain sehingga kita berani untuk tidak menghargai kehidupannya? Kita hanya sibuk terhadap privasi orang lain, namun tidak peduli terhadap sesuatu yang mengenai diri kita sendiri. Kita bagaikan detektif di kehidupan orang lain, namun pada kehidupan kita sendiri bagaikan orang yang tidak tahu-menahu. 

 

Seringkali juga, dari 15 detik story Instagram dapat dijadikan pendeskripsian seseorang. Padahal kehidupan manusia ada 24 jam loh, 15 detik itu sangat sangatlah secuil dari butiran yang ada. Jadi, ngapain sih menilai seseorang dari 15 detik story instagramnya. Hidup gak selalu harus dengan dunia maya, dunia yang terlalu banyak filter di dalamnya, ayoklah sis and bro kita punya dunia nyata dan gak ada tuh kewajiban atau hukum yang mengharuskan kita untuk terus meng-update¬ segala aktivitas dan agenda kita pada hari itu. Bisa saja kan main-mainnya hari ini, tapi updatenya besok atau lusa atau malah minggu depan. Ya, mungkin setiap orang punya batasan privasinya masing-masing dan semua itu berbeda-beda. 

 

Oh ya, selain itu juga, banyak orang yang menjadikan privasi orang lain sebagai lelucon saat sedang nongkrong dengan teman-teman yang lainnya. Anehnya, jika seseorang di mana privasinya dijadikan bahan lelucon tersinggung, orang lain terus menyebutnya sebagai seorang yang baper. Aneh gak sih? Karena setiap orang punya perasaan dan setiap orang juga berbeda dalam perasaan. Mengapa harus disamaratakan?

 

Jika kita dipercayai untuk menyimpan privasi seseorang, maka jagalah hal itu. Karena dari banyaknya orang yang dia kenal, kamulah yang dipercayai untuk menyimpan privasinya. Akan tetapi, sebaliknya kita malah jadikan itu menjadi sebuah bahan untuk memanaskan, menumis hingga menggorengnya. Ya, sebagai manusia kita semua tidak ada yang luput dari kesalahan dan kekhilafan. Namun, sebaiknya kita sebagai manusia dari hari ke hari dapat menjadi lebih baik lagi daripada hari kemarin, menjadi lebih baik bukan berarti harus sempurna, tetapi semakin hari semakin baik. 

 

Di balik batasan privasi orang yang berbeda-beda, terdapat alasan yang melatarbelakanginya. Karena setiap tindakan dan keputusan pasti ada sesuatu yang mendasarinya. Jadi, hargailah hal-hal itu. 

 

Terima kasih sudah meluangkan waktunya untuk membaca artikel ini dan itu sangat berarti bagiku. Oh ya, jangan lupa juga ajak keluarga, teman, dan sahabat kalian untuk membacanya. Artikelnya bukan hanya ini aja, masih banyak artikel-artikel lainnya, seperti "Belajar dari Masa Lalu", "Takdir Akan Menghampiri Tuannya", "Tidak Ada yang Sia-Sia", dan masih banyak yang lainnya. Dibaca ya manteman. Terima kasihh...

 

 

 

 

“Privasi itu sesuatu yang sangat sensitif dan privasi antara satu orang dengan yang lainnya juga berbeda-beda. Jangan dicela apalagi dijadikan bahan pembicaraan. Cukup hargai saja, karena hal itu sangatlah berarti bagi seseorang”. 

- Mulfiya -

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *