HIDUP UNTUK MATI, MATI UNTUK HIDUP
 

HIDUP UNTUK MATI, MATI UNTUK HIDUP

Apa sih maksud dari judul artikel kali ini? Ada yang tahu gak? Apa mungkin aku hanya ngasal membuat judul sehingga terciptanya judul artikel kali ini ialah “Hidup untuk Mati, Mati untuk Hidup”. 

 

Aku menemukan ide ini karena kalimat ini sering aku dengar dan begitu saja terlintas di pikiranku serta awalnya aku mencari apa yang dimaksud dengan kalimat ini. Akan tetapi, bukan mencari di internet untuk menemukan jawabannya, tetapi aku memberikan maksudnya sendiri. Dan bisa jadi kalian setuju atau tidak setuju dengan opiniku ini. 

 

Sebelumnya, subscribe terlebih dahulu blog mulfiya.com dan juga share ke teman-teman kalian, keluarga, dan yang lainnya. Dan jangan lupa baca artikel-artikel sebelumnya, seperti "Teruntuk Ibu dan Ayah", "Musuh Terbesar Kita", "Insecure Merubah Segalanya", dan masih banyak lagi. Mohon bantuannya teman-teman, terima kasih banyak 🙂       

▪️▪️▪️

 

Aku terpikir hidup untuk mati ialah seperti kita saat ini. Kita diciptakan, dilahirkan, dan hidup di dunia yang pada akhirnya akan menuju kepada kematian. Allah memerintahkan kepada manusia dan jin untuk beribadah kepada Allah agar nantinya amalan-amalan yang kita kerjakan selama di dunia dapat kita bawa ke negeri akhirat kelak. Hidup untuk Mati…. 

 

Kita manusia yang hidup di dunia ini akan menuju kepada kematian, tidak ada yang luput dari pengintaian Malaikat Izrail. Malaikat Izrail begitu setia menemani dan mengunjungi diri kita sebanyak 70 kali dalam sehari yang di mana jika Allah menurunkan perintahnya untuk mencabut nyawa seorang anak adam, maka ia tidak terlambat sedetik pun atau terlalu cepat. 

 

Tidak ada yang tahu mengenai kematian, bisa saja setelah aku selesai menulis atau memposting artikel ini Malaikat Izrail menarik nyawaku sehingga artikel-artikel yang selama ini aku posting akan menjadi bukti bahwa aku pernah ada di dunia ini. Semua ini akan menjadi cerita kelak di kalangan keluargaku, sahabatku, teman-temanku, ataupun orang yang tidak aku kenal, tetapi dia mengenali diriku melalui postingan ini. Hidup untuk Mati…. 

 

Sudah terlalu banyak manusia yang hidup di bumi ini dengan berbagai cerita hidupnya, ada yang dikenang ceritanya karena kebaikan-kebaikannya, ada yang mengenal orang dahulu karena keburukan-keburukannya, dan ada juga yang tidak kenali. Rasanya ingin sekali nantinya jika mati kita dikenal karena kebaikan-kebaikan yang telah kita lakukan dan kebaikan itu akan menjadi cerita di buah bibir orang-orang dan akan terus dikenang, bukan sebaliknya. Orang-orang akan sedih akan kepergian kita bukan malah mengucapkan “Alhamdulillah”. 

 

Sekarang “Mati untuk Hidup”, aku merasa kalimat ini cocok untuk kita manusia yang mati, nantinya akan hidup kembali di negeri akhirat. Hidup dalam arti, hidup selamanya. Kita tidak akan merasakan lagi yang namanya mati. Akhir dari semuanya ialah KITA AKAN HIDUP, YA HIDUP!!. Jadi, aku merasa sangat sedih dengan diriku sendiri, di mana masih terlalu lalai yang namanya “Hidup Selamanya di Akhirat”. Sering kali aku terbayang gimana nantinya jika aku mati dalam keadaan sedang berbuat dosa dan setalah itu aku tidak bisa mengubah hal itu semua, aku tidak bisa menambah amalanku, aku tidak bisa meminta maaf, dan semua itu akan kekal di akhirat. Jika penderitaan atau kesusahan di dunia dapat berakhir pada sewaktu-waktu, namun di akhirat penderitaan dan kesusahan tidak akan berakhir, tidak ada waktu lagi di sana. Bisa kebayang gak sih apa yang aku bayangkan ini 🙁 

 

Jika susah di dunia kita bisa meminta bantuan dari keluarga, teman, dll seraya memohon pertolongan Tuhan. Akan tetapi, hidup di akhirat tidak ada lagi yang namanya meminta pertolongan Tuhan, Tuhan akan acuh kepada kita jika kita dalam kesusahan dan begitu juga orang lain, orang di sana sibuk mengurus dirinya sendiri dan tidak sempat untuk membantu orang lain. Kebayang gak sih! Mati untuk Hidup…. 

 

Begitulah aku memaknai arti kalimat dari “Hidup untuk Mati, Mati untuk Hidup.” Ya, walaupun bisa saja setiap orang dapat berbeda dalam memaknai kalimat ini. Terakhir, di sini aku hanya mau berbagi cerita dan juga opini-opiniku yang di mana bisa saja salah dalam berargumen dan aku tegaskan sekali lagi bukan berarti di sini aku sok baik atau sok bener atau sebutan-sebutan lainnya hanya saja ingin berbagi opini. Terima kasih teman-teman….

 

 

 

“Penderitaan di dunia dapat diakhiri, namun penderitaan di akhirat tidak dapat diakhiri”. 

- Mulfiya -

 

 

One thought on “HIDUP UNTUK MATI, MATI UNTUK HIDUP

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *